anggota Asosiasi Investigasi Kejahatan Teknologi Tinggi Internasional

Nama Ruby Z Alamsyah, pakar forensi teknologi informasi kian mentereng dalam satu pekan terakhir. Gara-garanya, dia banyak diwawancarai media terkait aksi pembobolan ATM yang terjadi di sejumlah bank.

Namanya semakin beken lantaran aksi Ruby di televisi yang memperagakan bagaimana penjahat melakukan aksi pembobolan dengan modus penggandaan kartu ATM. Namun, aksi peragaan Ruby justru menimbulkan kontroversi. Dia malah mendapatkan serangan bertubi-tubi.

Pakar telematika yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR, Roy Suryo malah menuding Ruby telah memberikan contoh bagaimana melakukan aksi kejahatan di ATM. Sudah begitu, apa yang dilakukan Ruby di televisi tidak meminta izin terlebih dahulu kepada bank pemilik ATM.

Bukan hanya itu. Kepolisian juga melaporkan ahli Teknologi Informasi (IT) dan Digital Forensik kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dianggap mengajarkan kejahatan di televisi.

Lantas siapa sesungguhnya Ruby Alamsyah?

Ruby selama ini dikenal sebagai ahli forensik kejahatan teknologi informasi. Dia pernah dimintai bantuan oleh Kepolisian untuk menangani sejumlah kasus kejahatan teknologi informasi. "Saya Ruby Alamsyah, tidak pernah menyebut diri sebagai ahli Teknologi Informasi dari Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri)," kata dia saat dikonfirmasi VIVANews, Senin, 25 Januari 2010.

Sebagai pakar forensik digital, Ruby pernah menjadi saksi ahli sejumlah kasus di pengadilan. Di antaranya adalah saksi ahli terkait transkrip rekaman percakapan yang diduga suara milik Antasari Azhar, mantan Ketua KPK. Dia juga menjadi saksi ahli dalam kasus Prita Mulyasari versus Rumah Sakit Omni.

Sebagai konsultan teknologi informasi, Ruby merupakan Direktur di PT Jaringan Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Sebelumnya, dia pernah bekerja sejumlah perusahaan lain seperti PT NTT Indonesia, Siemen Indonesia dan PT Metrodata Electronics Tbk.

Ruby menjadi anggota dari Asosiasi Investigasi Kejahatan Teknologi Tinggi Internasional (HTCIA). Selama 10 tahun berpengalaman di keamanan teknologi informasi, Ruby dikenal aktif sebagai pembicara dan trainer untuk keamanan IT di Indonesia dan Asia.

Dia meraih pendidikan master bidang teknologi informasi dari Universitas Indonesia, serta pendidikan di Universitas Gunadarma. Dia memiliki keahlian sebagai digital forensik, saksi ahli, trainer keamanan IT, investigator swasta, serta pakar jaringan internet.

teknologi.vivanews.com

0 komentar:

Posting Komentar